
Pernahkah Kamu melihat busa pasta gigi berubah menjadi merah saat menyikat gigi? Atau memang kondisi ini yang sedang kamu alami?? Banyak orang menganggap gusi berdarah saat sikat gigi adalah hal yang biasa atau normal, apalagi jika hanya terjadi sesekali. Tapi apakah benar itu normal? Simak penjelasannya berikut.
Gusi berdarah saat menyikat gigi paling sering disebabkan oleh penumpukan ‘plak’. Plak adalah sisa makanan yang mengeras dan berisi bakteri. Jika tidak dibersihkan, plak akan memicu peradangan pada gusi atau biasa dokter sebut dengan gingivitis, sehingga gusi menjadi bengkak, kemerahan, dan mudah berdarah.
Ada beberapa penyebab lain gusi kita mudah berdarah selain karena plak, yaitu karena teknik menyikat gigi yang terlalu keras, pemilihan sikat gigi dengan bulu yang terlalu kasar, perubahan hormon saat kehamilan, kekurangan vitamin, hingga penyakit sistemik pada kondisi tertentu.
Gusi berdarah dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Namun, resikonya lebih tinggi pada orang yang jarang menyikat gigi dengan benar, tidak pernah melakukan scaling, perokok, penderita diabetes yang tidak terkontrol, ibu hamil, serta pengguna behel yang lebih mudah mengalami penumpukan plak di sekitar gigi.
Seseorang yang jarang memeriksakan kesehatan gigi juga cenderung tidak menyadari bahwa penyakit gusi sudah mulai berkembang hingga akhirnya muncul keluhan seperti gusi berdarah atau bau mulut.
Banyak orang justru berhenti menyikat area yang berdarah karena takut lukanya semakin parah. Padahal, tindakan tersebut justru membuat plak semakin menumpuk dan peradangan menjadi lebih berat.
Apabila kondisi gusi berdarah saat menyikat gigi dibiarkan terus-menerus tanpa penanganan, gingivitis dapat berkembang menjadi periodontitis, yaitu infeksi yang merusak jaringan dan tulang penyangga gigi. Pada tahap yang lebih lanjut, kondisi ini dapat menyebabkan gigi goyang hingga akhirnya lepas sendiri.
Selain berdampak pada kesehatan mulut, penyakit gusi kronis juga dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa penyakit sistemik, seperti penyakit jantung dan diabetes yang sulit terkontrol. Oleh karena itu, gusi berdarah sebaiknya tidak dianggap sebagai keluhan yang sepele.
Jika gusi hanya berdarah sekali karena menyikat gigi terlalu keras, kondisi tersebut biasanya akan membaik setelah teknik menyikat gigi diperbaiki. Namun, apabila perdarahan terjadi berulang, berlangsung selama beberapa hari, disertai gusi bengkak, nyeri, bau mulut yang tidak kunjung hilang, atau gigi mulai terasa goyang, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter gigi.
Pemeriksaan lebih awal membantu menemukan penyebabnya sehingga perawatan dapat dilakukan sebelum penyakit gusi menjadi lebih parah.
Cara terbaik untuk mengatasi gusi berdarah adalah dengan menghilangkan penyebabnya, yaitu plak dan karang gigi. Untuk membersihkan plak dan karang gigi ini tidak dapat dilakukan secara mandiri di rumah, sehingga sebaiknya segera ke Klinik GIGI untuk mendapat tindakan scaling atau pembersihan karang gigi oleh dokter gigi. Selain itu, menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, memilih sikat gigi berbulu lembut, dan membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan gusi yang dapat kamu lakukan mandiri di rumah.
Selain itu, konsumsi makanan bergizi yang kaya vitamin C, perbanyak minum air putih, dan hindari kebiasaan merokok karena dapat memperburuk kondisi gusi. Jangan lupa untuk tetap menyikat area gusi yang mengalami radang dengan lembut agar plak tetap terangkat dan proses penyembuhan berjalan lebih optimal.

Sikat gigi yang menyebabkan gusi berdarah bukanlah kondisi yang normal. Dalam sebagian besar kasus, gusi berdarah merupakan tanda awal adanya radang gusi akibat penumpukan plak dan karang gigi. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan jaringan penyangga gigi yang lebih serius.
Apabila Anda sering mengalami gusi berdarah saat sikat gigi, jangan menunggu hingga muncul rasa sakit atau gigi menjadi goyang. Pemeriksaan rutin dan perawatan yang tepat dengan dokter gigi pada GIGI by WH Dental Care akan membantu menjaga kesehatan gusi, mempertahankan gigi tetap kuat, dan mencegah komplikasi di masa mendatang.
GIGI by WH Dental Care – Klinik Gigi di Gading Serpong,Tangerang yang menyediakan layanan Pemeriksaan gigi, Scaling gigi, Tambal gigi, Bleaching, Pencabutan gigi, Perawatan saraf gigi, Odontektomi, serta perawatan kesehatan gigi dan gusi untuk seluruh keluarga.
Artikel Terbaru

Perawatan Gigi
2 Sep 2026
Bahan Bleaching Gigi Online: Aman Digunakan Sendiri atau Justru Berisiko?
Saat ini, semakin banyak bahan bleaching gigi online yang dijual melalui marketplace dan media sosial. Produk-produk tersebut menawarkan janji yang sangat menarik, mulai dari memutihkan gigi dalam hitungan menit hingga memberikan hasil setara dengan perawatan di dokter gigi dengan harga yang lebih ekonomis. Tak heran jika banyak orang tergoda untuk mencobanya.

Perawatan Gigi
2 Sep 2026
Bleaching Gigi: Cara Aman Memutihkan Gigi agar Senyum Lebih Percaya Diri
Memiliki gigi yang putih dan bersih menjadi impian banyak orang karena dapat meningkatkan rasa percaya diri saat berbicara maupun tersenyum. Sayangnya, seiring bertambahnya usia dan kebiasaan sehari-hari seperti mengkonsumsi kopi, teh, matcha, atau merokok, warna gigi dapat berubah menjadi lebih kuning atau kusam. Hal inilah yang membuat banyak orang mencari informasi mengenai bleaching gigi, cara memutihkan gigi, hingga apakah bleaching gigi aman.

Kesehatan Gigi
2 Sep 2026
Sikat Gigi Kok Berdarah? Wajar Nggak Sih? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Pernahkah Kamu melihat busa pasta gigi berubah menjadi merah saat menyikat gigi? Atau memang kondisi ini yang sedang kamu alami?? Banyak orang menganggap gusi berdarah saat sikat gigi adalah hal yang biasa atau normal, apalagi jika hanya terjadi sesekali. Tapi apakah benar itu normal? Simak penjelasannya berikut.

Perawatan Gigi
1 Sep 2026
Scaling Gigi Sendiri di Rumah: Aman atau Justru Berbahaya?
Belakangan ini, semakin banyak orang mencari cara untuk melakukan scaling gigi sendiri di rumah. Berbagai alat pembersih karang gigi dijual bebas di internet dengan klaim dapat menghilangkan karang gigi tanpa perlu ke dokter gigi. Harga yang terjangkau dan kemudahan penggunaannya membuat sebagian orang tertarik mencobanya. Namun, apakah scaling gigi sendiri benar-benar aman? Atau justru dapat menyebabkan masalah yang lebih serius?
Kategori
Sikat Gigi Kok Berdarah? Wajar Nggak Sih? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Kamu melihat busa pasta gigi berubah menjadi merah saat menyikat gigi? Atau memang kondisi ini yang sedang kamu alami?? Banyak orang menganggap gusi berdarah saat sikat gigi adalah hal yang biasa atau normal, apalagi jika hanya terjadi sesekali. Tapi apakah benar itu normal? Simak penjelasannya berikut.
Gusi berdarah saat menyikat gigi paling sering disebabkan oleh penumpukan ‘plak’. Plak adalah sisa makanan yang mengeras dan berisi bakteri. Jika tidak dibersihkan, plak akan memicu peradangan pada gusi atau biasa dokter sebut dengan gingivitis, sehingga gusi menjadi bengkak, kemerahan, dan mudah berdarah.
Ada beberapa penyebab lain gusi kita mudah berdarah selain karena plak, yaitu karena teknik menyikat gigi yang terlalu keras, pemilihan sikat gigi dengan bulu yang terlalu kasar, perubahan hormon saat kehamilan, kekurangan vitamin, hingga penyakit sistemik pada kondisi tertentu.
Gusi berdarah dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Namun, resikonya lebih tinggi pada orang yang jarang menyikat gigi dengan benar, tidak pernah melakukan scaling, perokok, penderita diabetes yang tidak terkontrol, ibu hamil, serta pengguna behel yang lebih mudah mengalami penumpukan plak di sekitar gigi.
Seseorang yang jarang memeriksakan kesehatan gigi juga cenderung tidak menyadari bahwa penyakit gusi sudah mulai berkembang hingga akhirnya muncul keluhan seperti gusi berdarah atau bau mulut.
Banyak orang justru berhenti menyikat area yang berdarah karena takut lukanya semakin parah. Padahal, tindakan tersebut justru membuat plak semakin menumpuk dan peradangan menjadi lebih berat.
Apabila kondisi gusi berdarah saat menyikat gigi dibiarkan terus-menerus tanpa penanganan, gingivitis dapat berkembang menjadi periodontitis, yaitu infeksi yang merusak jaringan dan tulang penyangga gigi. Pada tahap yang lebih lanjut, kondisi ini dapat menyebabkan gigi goyang hingga akhirnya lepas sendiri.
Selain berdampak pada kesehatan mulut, penyakit gusi kronis juga dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa penyakit sistemik, seperti penyakit jantung dan diabetes yang sulit terkontrol. Oleh karena itu, gusi berdarah sebaiknya tidak dianggap sebagai keluhan yang sepele.
Jika gusi hanya berdarah sekali karena menyikat gigi terlalu keras, kondisi tersebut biasanya akan membaik setelah teknik menyikat gigi diperbaiki. Namun, apabila perdarahan terjadi berulang, berlangsung selama beberapa hari, disertai gusi bengkak, nyeri, bau mulut yang tidak kunjung hilang, atau gigi mulai terasa goyang, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter gigi.
Pemeriksaan lebih awal membantu menemukan penyebabnya sehingga perawatan dapat dilakukan sebelum penyakit gusi menjadi lebih parah.
Cara terbaik untuk mengatasi gusi berdarah adalah dengan menghilangkan penyebabnya, yaitu plak dan karang gigi. Untuk membersihkan plak dan karang gigi ini tidak dapat dilakukan secara mandiri di rumah, sehingga sebaiknya segera ke Klinik GIGI untuk mendapat tindakan scaling atau pembersihan karang gigi oleh dokter gigi. Selain itu, menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, memilih sikat gigi berbulu lembut, dan membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan gusi yang dapat kamu lakukan mandiri di rumah.
Selain itu, konsumsi makanan bergizi yang kaya vitamin C, perbanyak minum air putih, dan hindari kebiasaan merokok karena dapat memperburuk kondisi gusi. Jangan lupa untuk tetap menyikat area gusi yang mengalami radang dengan lembut agar plak tetap terangkat dan proses penyembuhan berjalan lebih optimal.

Sikat gigi yang menyebabkan gusi berdarah bukanlah kondisi yang normal. Dalam sebagian besar kasus, gusi berdarah merupakan tanda awal adanya radang gusi akibat penumpukan plak dan karang gigi. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan jaringan penyangga gigi yang lebih serius.
Apabila Anda sering mengalami gusi berdarah saat sikat gigi, jangan menunggu hingga muncul rasa sakit atau gigi menjadi goyang. Pemeriksaan rutin dan perawatan yang tepat dengan dokter gigi pada GIGI by WH Dental Care akan membantu menjaga kesehatan gusi, mempertahankan gigi tetap kuat, dan mencegah komplikasi di masa mendatang.
GIGI by WH Dental Care – Klinik Gigi di Gading Serpong,Tangerang yang menyediakan layanan Pemeriksaan gigi, Scaling gigi, Tambal gigi, Bleaching, Pencabutan gigi, Perawatan saraf gigi, Odontektomi, serta perawatan kesehatan gigi dan gusi untuk seluruh keluarga.
Artikel Terbaru

Bahan Bleaching Gigi Online: Aman Digunakan Sendiri atau Justru Berisiko?
Perawatan Gigi
2 Sep 2026

Bleaching Gigi: Cara Aman Memutihkan Gigi agar Senyum Lebih Percaya Diri
Perawatan Gigi
2 Sep 2026

Sikat Gigi Kok Berdarah? Wajar Nggak Sih? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Gigi
2 Sep 2026

Scaling Gigi Sendiri di Rumah: Aman atau Justru Berbahaya?
Perawatan Gigi
1 Sep 2026
Kategori